Tampilkan postingan dengan label Ikan Arwana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Arwana. Tampilkan semua postingan

Scleropages spp - Merawat Anakan

0
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ikan arwana memiliki beragam jenis mulai dari super red, golden red, silver, jardini dan lain sebagainya. Dan bagi kami memelihara anakan arwana itu lebih sulit dibandingkan memelihara ikan arwana dewasa.
Hal itu disebabkan karena ikan arwana anakan lebih mudah stress, rentan terkena penyakit, parasit dan jamur. Selain itu nafsu makannya juga sering berubah-ubah, malah kadang tidak mau makan. Makanya kalian harus memperhatikan beberapa faktor yang penting dalam merawat arwana anakan. Mulai dari wadahnya, suhu airnya, filter, makanan dan lain sebagainya.
Biar lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini terkait cara merawat ikan arwana anakan yang baik dan benar untuk para pemula.

Cara Merawat Anakan Ikan Arwana
Setidaknya ada 5 poin yang harus kalian perhatikan dalam merawat ikan arwana anakan. Apa saja?

1. Menyediakan Aquarium yang Besar


Bila anda berniat ingin memelihara anak arwana, sobat bisa menggunakan aquarium, bak fiber ataupun kolam sebagai wadah pemeliharaannya. Namun kebanyakan di antara kita lebih suka memakai aquarium sebab lebih gampang untuk mengawasi pertumbuhan ikan tersebut. Kita juga bisa mengetahui secara jelas ketika ikan arwana sedang terserang penyakit, luka, jamur, dan parasit.

Agar anakan Arwana cepat besar disarankan untuk menggunakan akuarium yang ukurannya memadai dan besar. Dengan begitu ia akan leluasa bergerak dan tentu kondisi air lebih stabil. Selain itu anda juga tidak perlu membeli akuarium yang baru lagi bila anak arwana telah tumbuh besar.

2. Memasang Filter di Dalam Akuarium


Adanya Filter berfungsi untuk penyaring mekanis dan biologis. Dengan mekanis kotoran ikan bisa disaring menggunakan kapas. Namun jangan lupa agar membersihkan ataupun mencuci kapas 2 hari sekali supaya kotoran ikan tak menumpuk pada kapas hingga akhirnya bisa mencemari air dalam aquarium dan dapat menumbuhkan parasit/penyakit.

Sobat bisa menggunakan filter biologis berupa japmat, crystal bio ataupun kaldness sebab mempunyai area permukaan paling luas dibandingkan media filter lainnya. Sedangkan jenis filter yang biasa dipakai adalah jenis sump filter. Bagi kami jenis filter tersebut lebih memiliki kapasitas besar sehingga bisa menampung media filter lebih banyak. Jadi, semakin banyak peralatan filter, akan semakin banyak pula bakteri pengurai yang bisa berkembang biak pada filter anda.

3. Menyesuaikan Parameter Airnya


Cara merawat ikan arwana anakan yang ketiga adalah dengan memperhatikan parameter airnya. Sebelum sobat membeli anak arwana, sebaiknya bertanya dulu pada penjualnya tentang parameter airnya. Baik suhu maupun PH nya. Dengan mempunyai data parameter air, maka anda bisa menyediakan air di rumah sesuai dengan suhu tersebut sehingga parameter airnya bisa sama atau setidaknya mendekati parameter suhu air saat di toko ikan.

Ketika anda memperhatikan parameter suhu asalnya, maka anak arwana bisa terhindar dari stress ataupun loncat dari aquarium barunya. Biasanya parameter air untuk ukuran anak arwana ialah PH 6,5 - 6,8 dengan temperatur ataupun suhunya 28-29 derajat. Bila memungkinkan, anda bisa menggunakan daun ketapang kering dalam filter Anda. Sebab air daun ketapang ini mengandung tanin yang berfungsi sebagai pencegah anak arwana stres, terserang penyakit, jamur maupun parasit.

4. Memasang Penutup Aquarium Atas

Bagian ini juga merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus kalian siapkan. Karena pada saat anakan arwana ditempatkan pada sebuah lingkungan baru, maka dia akan cenderung stress serta sering loncat. Jadi, usahakan wadahnya ditutup dengan di bagian atas. Sehingga saat anak arwana meloncat tidak sampai keluar dari aquarium ataupun mati. Selain itu, anda juga bisa membuat penutup aquarium dengan jaring dan memanfaatkan bingkai pipa PVC yang berukuran 1/2 inch.

5. Makanan Anak Arwana Agar Cepat Besar


Umumnya anakan ikan arwana diberi makan artemia, cacing beku, cacing darah atau cacing sutra. Tapi supaya anakan Arwana cepat besar sebaiknya diselingi juga dengan makanan yang mengandung banyak lemak dan diseimbangi protein yang cukup, seperti udang, katak kecil, jangkrik atau ikan kecil.

Berikut ini simulasi pemberian pakan pada Arwana anakan:

07.00-08.00 (pagi): Cacing, jangkrik atau artemia
11.00-12.00 (siang): Seekor katak kecil
16.00-17.00 (sore): Udang, makanan buatan, anakan ikan atau katak.

Itulah panduan lengkap cara merawat ikan arwana anakan yang baik dan biar cepat besar.


Referensi
  1. Machmud dan E. P. Bambang. 2003. 57 Permasalahan Arwana dan Solusinya. Penebar Swadaya. Jakarta.
  2. Pamungkasari, U.T.2013. Teknik Pembesaran Arwana Silver (Osteoglosum bicirroshum). Laporan Praktek Kerja Lapang. Budidaya Perairan. Fakultas Perikana dan Kelautan. Universitas Arlangga. Surabaya. hal 40.
  3. Priyadi, A., G. Rendy., Chumaidi Dan H. Wartono. 2010. Pemijahan Alami Arwana Silver (Osteoglossum bicirrhosum) Dalam Bak Terkontrol. Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok. Depok. hal 345-350.
  4. Susanto H. 2001. Arwana. PT. Penebar Swadaya. Jakarta
  5. Wibawa S. 2013. Panduan Memelihara dan Merawat Arwana. Tara Media.Yogyakarta.




Scleropages spp - Panduan Pemula

Scleropages spp - Panduan Pemula

0
Ikan Arwana atau Scleropages spp termasuk ikan endemik Indonesia. Para hobiis dan penangkar arwana mengenal spesies ini dengan kata lain yang sesuai dengan daerahnya masing - masing. Tubuh arwana umumnya memanjang dengan warna gelap pada bagian punggung. Daerah penyebaran ikan arwana ini dimulai dari hulu hingga sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi arwana. Kadang - kadang, arwana juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Arwana yang hidup di alam mempunyai variasi warna. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan arwana (Sudarto, 2003).

Arwana juga merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh bentuk mulut. Di alam, mereka berenang di permukaan air untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi untuk jenis ikan arwana lainnya hanya suka dengan satu jenis pakan saja, dan menolak jenis pakan lainnya. Sebagai ikan peloncat ikan arwana dapat menangkap serangga yang hinggap di ranting dengan ketinggian 1 - 1,5 meter dari atas permukaan air. Jadi jika ingin memelihara di dalam akuarium harus ditutup dengan baik (Sudarto, 2003).

Arwana adalah ikan yang paling digemari orang Indonesia karena bentuk dan warnanya yang indah. Harganya pun sangat tinggi sehingga bisa jadi peluang investasi untuk masa depan. Alasan mengapa harganya tinggi adalah karena ikannya langka dan perawatannya cukup sulit.Jika Anda sedang berencana untuk memelihara ikan arwana untuk dijadikan hewan peliharaan di rumah, tapi tidak tahu harus mulai dari mana, tidak perlu khawatir.

Berikut Panduan Pemula Memelihara Arwana:

1. Ketahui Jenis Arwana
Pertama, Anda harus mengetahui jenis ikan arwana yang paling tepat untuk Anda pelihara. Yang memiliki harga paling murah dan paling mudah dalam perawatannya adalah ikan arwana jenis silver.

Ikan arwana silver dapat dengan mudah ditemukan di para penjual ikan hias, ikan jenis ini dapat tumbuh sepanjang 100 cm. Ikan arwana jenis lain yang tidak kalah adalah arwana jenis black brazil, di alam liar ikan jenis ini juga dapat tumbuh seperti arwana silver, tapi jika di penangkaran hal ini jarang terjadi.

Ikan arwana yang paling banyak dicari adalah arwana golden, ikan jenis ini adalah salah satu yang sangat populer dikalangan hobiis, karena dianggap membawa keberuntungan, terutama dalam hal bisnis.

2. Pastikan Arwana yang Dilindungi Memiliki Ijin
Dikarenakan arwana jenis golden berada dalam daftar dilindungi, Anda harus sedikit berhati-hati dalam membelinya, pastikan bahwa sudah mengantongi izin dan dokumen yang diperlukan untuk memeliharanya.


3. Sediakan Akuarium Yang Luas dan Aman
Ikan arwana termasuk perenang yang aktif dan mereka membutuhkan ruangan yang cukup untuk mengubah posisi dan bergerak di dalam akuarium. Selain itu ikan arwana dikenal suka melompat hingga 2 meter jika di alam liar, jadi disarankan akuariumnya dikasih penutup, hal ini untuk mencegah ikan arwana melompat dan mendarat di lantai, tentu hal ini adalah hal yang tidak diinginkan bukan.

4. Ketahui Cara Merawat Arwana
Sekarang mari kita membahas mengenai merawat ikan arwana yang sudah Anda beli. Karena ikan arwana dapat tumbuh hingga sepanjang 1 meter lebih, maka penampungan yang cukup besar diperlukan dengan kurang lebih 300 liter air, hal ini agar ikan arwana dapat berenang dengan leluasa di dalam akuarium. Selain itu juga Anda harus menyiapkan sebuah filter yang, agar airnya selalu bersih dan tidak kotor. Usahakan ikan arwana tidak disatukan dengan ikan lain yang sekiranya dapat dimakan olehnya, karena di alam liar ikan arwana termasuk ikan predator.

5. Berikan Makanan yang Tepat
Untuk makanan ikan arwana yang baik diberikan adalah berupa serangga, karena ikan arwana termasuk hewan karnivora. Makanan lain berupa pelet terkadang harus diberikan, agar adanya variasi dalam pemberian makanan. Tapi jika mereka menyukainya , jika hanya menyukai makanan hidup jangan dipaksakan memberikan pelet.

Karena terdapat beberapa laporan ikan arwana mati dikarenakan kelaparan karena tidak menyukai makanan yang diberikan. Apabila ikan arwana dirawat dengan baik, kemungkinan umurnya akan lebih lama dan kesehatannya tetap prima.

Tips Simpel Memelihara Arwana di Akuarium
Siapa yang tidak kenal dengan ikan arwana? Ikan panjang yang memiliki sungut seperti lele ini menjadi incaran para kolektor ikan, karena nilai jualnya yang tinggi. Dengan memelihara ikan arwana di akuarium pun menjadi pilihan yang tepat.

Karena kamu dapat melihat dengan jelas keindahan ikan ini di berbagai sisi, untuk bisa mendapatkan arwana dengan warna yang bagus maka kamu perlu tahu informasi tentang memelihara arwana di akuarium .

Cara Memelihara Ikan Arwana dengan Mudah

1. Berikan Ukuran Akuarium yang Cukup Besar
Ikan arwana memang dapat dipelihara di akuarium, namun ukuran akuarium ini harus diperhatikan mengingat ukuran tubuh arwana besar bisa melebihi 80 cm. Ukuran akuarium yang cocok untuk ikan arwana minimal tiga kali lebih besar, dari panjang seluruh tubuh ikan. Standarnya untuk ikan arwana yang mencapai 1 meter, maka ukuran akuarium adalah 1,5 meter untuk panjang, 75 cm untuk lebar, dan 60 cm untuk tinggi.

Apabila kamu berniat untuk memelihara arwana di akuarium dari anakan, maka ukuran akuarium pun sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh arwana. Meskipun memelihara dari anakan, langsung letakkan arwana kecil tersebut ke dalam akuarium yang berukuran besar untuk ikan arwana dewasa. Dengan begitu kita tidak perlu membeli akuarium yang baru setiap arwana mengalami pertumbuhan.

2. Bersihkan Air Secara Berkala
Dalam pemeliharaan arwana, pastikan untuk selalu bersihkan air akuarium arwana. Bersihkan akuarium setiap hari, namun untuk membersihkan airnya jangan langsung menguras habis atau memindahkan ikan arwana ke dalam tempat lain. Cukup menguras air hingga tersisa 1/4 nya saja, dan menambahkan dengan air yang baru. Menguras dengan habis atau sering memindahkan ikan arwana justru berpotensi membuat ikan arwana kamu menjadi stress.

Untuk memelihara arwana di akuarium, berikan air yang serupa dengan habitat asli ikan arwana yaitu air tawar. Air yang digunakan haruslah air yang mengandung larutan oksigen, sehingga ikan akan nyaman berenang di dalam akuarium. Air yang bagus adalah air yang tidak berwarna, maupun tidak berbau. Keasaman air pun perlu diperhatikan, untuk arwana ukuran pH 6 hingga 7 adalah tingkat keasaman yang sesuai.

3. Berikan Pakan yang Cocok untuk Arwana
Ikan arwana menyukai pakan seperti jangkrik, ikan kecil, hingga udang. Namun kamu dapat memberikan makanan lainnya seperti lipan, cicak, hingga cacing. Pakan lipan memiliki khasiat yang baik untuk keindahan sisik arwana, namun berikan pakan tersebut hanya sesekali saja. Hal ini karena dalam memelihara arwana di akuarium, umumnya ikan arwana akan menyukai satu jenis pakan saja.

Perlu diperhatikan juga jenis pakan yang diberikan apakah pakan tersebut mengambang di air, atau justru akan jatuh ke dasar air. Dalam pemeliharaan akuarium, kamu dapat memberikan pakan seperti udang maupun cacing yang akan turun ke dasar air. Usahakan untuk tidak terlalu sering diberikan kepada ikan arwana, hal ini karena ikan arwana yang terbiasa melihat ke bawah bisa berakibat mata juling. Berikan makanan yang juga mengambang di air untuk menghindari hal tersebut.

4. Penempatan Akuarium Ikan Arwana
Ikan arwana menyukai suasana yang tenang dan aman dari segala gangguan, oleh karena itu apabila kamu berniat untuk memelihara arwana di akuarium usahakan untuk meletakkan akuarium di tempat yang sepi dan tenang.

Umumnya, ikan arwana akan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Untuk itu berikan sebuah kertas yang menutupi sebagian kaca akuarium, sebagai tempat bersembunyi. Ikan arwana memang menjadi ikan primadona, bagi para pecinta ikan hias. Bentuknya yang memanjang dan ramping, terlihat begitu anggun ketika berenang sehingga akan sangat menarik untuk dipandang.

Tak heran banyak yang rela merogoh kocek yang dalam untuk memiliki ikan hias ini. Meskipun cantik, namun pemilik arwana pun harus melakukan beberapa perawatan yang khusus. Perawatan yang intensif tentu berpengaruh pada kesehatan serta umur dari arwana.

Cara Merawat Ikan Arwana

Berikut adalah cara merawat ikan arwana yang baik agar mereka dapat tumbuh sempurna dan berumur panjang:
1. Menyiapkan Akuarium
Saat membeli ikan arwana, pastikan kamu menyiapkan akuarium yang besar, setidaknya tiga kali lebih besar dari tubuh ikan tersebut. Ketika ikan bertambah besar, jangan lupa juga untuk menyiapkan tempat yang lebih besar juga. Ini agar ikan bisa tumbuh lebih baik dan mendapatkan ruang gerak yang leluasa.

2. Menjaga Temperatur Air
Arwana juga perlu dipelihara di air dengan suhu 26-30 derajat Celsius untuk menjaga pertumbuhan ikan. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek suhu air di akuarium adalah dengan menyimpan termometer air. Jangan lupa juga untuk menjaga kadar air tetap stabil dengan pH 5-8.

3. Melengkapi Perlengkapan Akuarium
Cara merawat ikan arwana berikutnya adalah dengan melengkapi perlengkapan akuarium. Setelah membeli akuarium, jangan lupa juga untuk membeli filter, aerator, lampu TL, dan heater. Alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda sehingga pastikan peralatan yang kamu beli sesuai dengan kebutuhanmu.

4. Memilih Hiasan yang Tepat
Hindari juga menghiasi akuarium terlalu berlebihan. Meski bisa membuat akuarium makin cantik, hiasan justru bisa memberi dampak buruk pada ikan, yakni mengganggu tumbuh kembang ikan. Ketika memilih hiasan, jangan lupa juga untuk memilih hiasan yang tidak berujung tajam karena hal ini bisa melukai tubuh ikan.

5. Menjaga Kebersihan Akuarium
Cara merawat ikan arwana berikutnya adalah dengan selalu menjaga kebersihan akuarium.  Pastikan kamu menyedot dan menjaring kotoran secara rutin karena hal tersebut bisa memengaruhi kesehatan ikan.

6. Memilih Pencahayaan Akuarium yang Tepat
Terakhir, pastikan kamu memilih pencahayaan akuarium yang tepat, alias tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Pilih juga ukuran lampu yang sesuai dengan ukuran akuarium milikmu.


Referensi
  1. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2008. Buku Budidaya Ikan Arwana. (www.warintekjogja.com. Diakses Pada Tanggal 28 November 2012 pukul 13.00 WIB).
  2. Machmud dan E. P. Bambang. 2003. 57 Permasalahan Arwana dan Solusinya. Penebar Swadaya. Jakarta.
  3. Pamungkasari, U.T.2013. Teknik Pembesaran Arwana Silver (Osteoglosum bicirroshum). Laporan Praktek Kerja Lapang. Budidaya Perairan. Fakultas Perikana dan Kelautan. Universitas Arlangga. Surabaya. hal 40.
  4. Priyadi, A., G. Rendy., Chumaidi Dan H. Wartono. 2010. Pemijahan Alami Arwana Silver (Osteoglossum bicirrhosum) Dalam Bak Terkontrol. Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok. Depok. hal 345-350.
  5. Susanto H. 2001. Arwana. PT. Penebar Swadaya. Jakarta
  6. Wibawa S. 2013. Panduan Memelihara dan Merawat Arwana. Tara Media.Yogyakarta.


Scleropages spp - Pengelolaan Akuarium

Scleropages spp - Pengelolaan Akuarium

0
Siapa yang tidak kenal dengan ikan arwana atau Scleropages spp ? Ikan panjang yang memiliki sungut seperti lele ini menjadi incaran para kolektor ikan, karena nilai jualnya yang tinggi. Dengan memelihara ikan arwana di akuarium pun menjadi pilihan yang tepat. Karena kamu dapat melihat dengan jelas keindahan ikan ini di berbagai sisi, untuk bisa mendapatkan arwana dengan warna yang bagus maka kamu perlu tahu informasi tentang memelihara arwana di akuarium .
Menentukan Ukuran Aquarium Untuk Ikan Arwana
Cara menentukan ukuran aquarium untuk ikan arwana sangat penting diketahui oleh kita yang akan memulai memelihara ikan arwana. Ukuran juga ketebalan dari kaca aquarium yang sesuai untuk ikan arwana perlu kita pahami.

Ikan arwana yang sudah dewasa panjang tubuhnya dapat mencapai 90 sampai 100 cm. Oleh karena itu disarankan jika akan membeli atau membuat aquarium disesuaikan dengan panjang dari tubuh arwana. Di toko-toko khusus perlengkapan ikan hias pasti banyak tersedia aquarium untuk ikan arwana. Yang perlu kita perhatikan ketika membeli aquarium adalah kejernihan dan ketebalan kacanya, disarankan kita memilih yang warna kebiru-biruan atau kehijau-hijauan.

Ukuran aquarium yang sesuai untuk ikan arwanan dengan panjang tubuh kurang dari 20 cm adalah sekitar 60cm x 30cm x 32cm atau 80cm x 40cm x 37cm dan untuk ketebalan dari kaca aquarium dengan ukuran tersebut adalah setebal 5mm.

Apabila panjang tubuh ikan arwana kita sudah melebihi 20cm, kita harus segera memindahkannya ke aquarium yang berukuran sekitar 100cm x 50cm x 45cm dengan ketebalan kaca sekitar 8mm. Kemudian untuk ikan arwana dengan panjang tubuh sekitar 45cm atau lebih ukuran aquarium yang sesuai adalah yang berukuran 120cm x 60cm x 55cm dengan ketebalan kaca sebaiknya sekitar 10-12mm.

Yang terakhir adalah ikan arwana dengan ukuruan panjang tubuh lebih dari 80cm aquarium yang digunakan memiliki ukuran 200cm x 100cm x 75cm dan memiliki ketebalan 30mm.


Sarana pendukung yang perlu dipersiapkan untuk memelihara ikan arwana diantaranya adalah aquarium liquid filter yang berguna untuk menyaring kotoran yang ada di dalam air selain itu berfungsi sebagai penyuplai oksigen supaya kondisi oksigen yang ada di dalam air tercukupi.

Selanjutnya ialah lampu ultra violet biolite yang berguna untuk penerang ketika kita menonton kecantikan ikan arwana pada malam hari. 

Lampu tersebut berguna agar kilau sisik ikan arwana lebih terlihat. Untuk aquarium yang berukuran 60cm x 30cm atau 80cm x 40cm gunakanlah lampu dengan ukuran UV 10 watt.

Untuk aquarium dengan ukuran lebih dari 100cm x 50cm gunakan lampu yang berukuran 25watt agar sisik ikan arwana terlihat lebih berkilau.

Selanjutnya sarana yang harus dipersiapkan adalah heater yang berfungsi sebagai pemans air supaya suhu air sesuai dengan ikan arwana yaitu sekitar 24-30 derajat C. Sebaiknya kita meletakkan termometer di dinding kaca untuk mengontrol suhu.

Sarana pendukung lainnya yang juga perlu di persiapkan adalah bebatuan yang berwarna hitam yang di letakkan di dasar aquarium. Hal ini berguna sebagai penampung kotoran agar tidak mengapung selain itu untuk meredam pantulan lampu agar mata arwana tidak juling.

Menempelkan poster berupa suasana alam juga dapat kita lakukan agar seperti suasana habitat ikan arwana.

Cara Mengatur Perlengkapan Aquarium Ikan Arwana
Untuk mengatur perlengkapan aquarium ikan arwana dapat dimulai dengan meletakkan posisi dari filter untuk aquarium besar supaya kotoran dapat terhisap oleh filter.

Untuk aquarium dengan ukuran 100cm x 50cm x 45cm atau di atasnya disarankan menggunakan dua filter dengan cara dihidupkan bersama-sama. Untuk posisi filternya sendiri letakkan di sisi kanan dan sisi kiri agar kotoran yang ada di pojok bisa terhisap semuanya.

Untuk filter yang berada di sebelah kanan posisi pipa untuk menyerap kotoran letakkan di bagian depan agar air keluar dari bagian belakang dan filter yang ada di bagian kiri letakkan pada posisi yang berlawanan agar tidak ada kotoran yang tersisa.

Untuk penggunaan buble aerator tidak di sarankan karena untuk menghindari mata ikan arwana menjadi juling. Karena buble aerator biasanya diletakkan di bawah sehingga mengeluarkan gelembung.

Hal ini akan menarik perhatian ikan arwana dan ikan akan melihat terus ke arah bawah dan ini dapat menyebabkan mata arwana menjadi juling. Hal ini hanya untuk meminimalisir terjadinya mata arwana turun.


Posisi untuk meletakkan aquarium yang tepat di dalam ruangan adalah pada bagian pojok ruangan yang kosong dan tidak menyebabkan ruangan menjadi terlihat lebih sempit jika berada di ruang tamu. Apabila aquarium akan diletakkan di dalam ruang keluarga disarankan posisi aquarium mengadap ke sofa, agar dapat dinikmati oleh keluarga secara bersama-sama.

Kemudian jika aquarium berada di ruang makan sebaiknya letakkan aquarium di samping kursi makan dari kepala keluarga, dan usahakan akurium tidak langsung terkena cahaya matahari. Karena kaca aquarium akan ditumbuhi lumut yang berwarna hijau dalam kurun waktu 1-2 hari sehingga menyebabkan air aquarium cepat kotor.

Cara Mengolah Air Untuk Ikan Arwana dan Jenis Air Yang Berkualitas
Jika air sumur di rumah anda terasa asin dapat diatasi dengan cara membuat sebuah penampungan yang terbuat dari semen yang memiliki ukuran 150cm x 100cm x 100cm selain itu juga dapat menggunakan bak dari fiber yang dapat menampung air sebanyak 500 liter.

Masukkan air ke dalam tempat penampungan sebanyak 3/4 bagian dari bak kemudian masukkan ammonia cloramine clorine sekitar 250ml dan aduk sampai merata kemudian diamkan selama 1 sampai 2 jam.


Kemudian Tambahkan 100 liter air PAM dan diamkan selama 30 menit. Setelah itu periksa pH air, jika menunjukan 6,5 sampai 7,9 maka air siap digunakan. Untuk mengeceknya anda dapat menggunakan pH tester atau kertas pH. Apakah air sungai yang jernih dapat langsung digunakan untuk aquarium ikan arwana? air tersebut tidak dapat langsung digunakan karena banyak terdapat kandungan mineral, CO2, H2S selain itu ph masih rendah.

Untuk meningkatkan kadar oksigen, air tersebut harus ditampung dulu di dalam bak penampungan selama 6-8 jam dan di berikan campuran aerasi. Penambahan aerasi dapat berguna agar CO2 dan H2S dapat dengan cepat dalam proses penguapannya dan menaikkan pH air. Untuk menjaga kondisi air higienis dapat ditambahkan obat antibakterial dan antifungus dengan dosis setiap 5 liter air satu tetes saja.

Selain air sumur dan air sungai, air hujan dapat digunakan untuk memelihara ikan arwana. Tapi untuk menggunakannya harus memprosesnya terlebih dahulu agar kadar kadar mineral nya dapat menurun dan pH nya tinggi. Untuk menampungnya gunakan langsung tempat penampungan yang sudah disediakan dan sesuaikan dengan kebutuhan. Air yang ditampung dari atap jangan sampai kotor dan biarkan air terkena sinar matahari supaya kadar mineralnya dapat menguap dengan cepat dan kadar pH nya dapat meningkat.

Jika air terlihat tidak jernih anda dapat menggunakan pasta penjernih seperti kalium sulfat kalsium hipoklorit sebanyak 1/2 sendok teh setiap 100 liter air. Pasta dimasukkan ke dalam air sampai terlihat putih keruh dan sedikit berbusa. Setelah air didiamkan selama 24 jam air siap digunakan.

Jika air di tempat anda memiliki warna kekuningan dan berbau lumpur meskipun sudah di endapkan selama 3 hari dan memiliki kadar pH 8, 5. Air tersebut tidak dapat digunakan untuk memelihara ikan arwana, karena air yang cocok untuk ikan arwana memiliki kadar pH 6,8 sampai 7.

Yang menyebabkan air berwarna kekuningan karena terdapat mengandung zat besi yang terlalu tinggi, dan bau disebebakan karena terlalu banyak kandungan lumpur. Hal ini diperkirakan kandungan oksigen yang terkandung sangat rendah dan nitrti atau NO2 nya tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut air dapat di proses terlebih dahulu. Gunakan penjernih air yang berbentuk pasta untuk mengatasi air yang kekuningan dan berbau lumpur dengan dosis 1 sendok makan per 100 liter air.

Untuk membuat larutan penjernih dapat dilakukan dengan cara mencampurkan pasta 1 sendok dengan 100 liter air, kemudian aduk sampai air berwarna keruh dan masukkan ke dalam air diamkan selama 12 jam. Jika berhasil air akan jernih. Setelah itu air diaerasi selama 8-12 jam dan di diamkan selama 24 jam agar kandungan oksigen dapat meningkat dan dapat menghilangkan kadar mineral yang tidak diperlukan ikan. Jika sudah melewati proses tersebut air dapat digunakan.


Referensi
  1. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2008. Buku Budidaya Ikan Arwana. (www.warintekjogja.com. Diakses Pada Tanggal 28 November 2012 pukul 13.00 WIB).
  2. Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Jilid 1. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
  3. Machmud dan E. P. Bambang. 2003. 57 Permasalahan Arwana dan Solusinya. Penebar Swadaya. Jakarta.
  4. Momon dan Hartono, 2002. Pembenihan Arwana. Penebar Swadaya. Jakarta. Mukti, A. T., M. Arief, dan W, Hastuti. 2010. Dasar-Dasar Akuakultur Universitas Airlangga. Surabaya. hal 7.
  5. Murtidjo, B. A. 2001. Penangkaran Ikan Arwana Silver. Kanisius. 64 Hal. Narbuko. 1997. Metode Penelitian Telur Arwana. Bumi Aksara, Jakarta. 139 hal.
  6. Pamungkasari, U.T.2013. Teknik Pembesaran Arwana Silver (Osteoglosum bicirroshum). Laporan Praktek Kerja Lapang. Budidaya Perairan. Fakultas Perikana dan Kelautan. Universitas Arlangga. Surabaya. hal 40.
  7. Priyadi, A., G. Rendy., Chumaidi Dan H. Wartono. 2010. Pemijahan Alami Arwana Silver (Osteoglossum bicirrhosum) Dalam Bak Terkontrol. Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok. Depok. hal 345-350.
  8. Susanto H. 2001. Arwana. PT. Penebar Swadaya. Jakarta
  9. Wibawa S. 2013. Panduan Memelihara dan Merawat Arwana. Tara Media.Yogyakarta.



Scleropages spp - Bernilai Ekonomis Tinggi

0
Ikan Arwana merupakan suku kecil ikan air tawar primitif yang masih dijumpai hingga sekarang. Meskipun bersifat predator seperti kerabat dekatnya ikan Arapaima gigas, ikan ini merupakan ikan yang sangat populer dan juga sangat banyak dicari karena warna dan juga bentuknya yang sangat indah. Tingginya minat dan permintaan pasar menyebabkan harga dari arwana juga melangit seiring dengan keberadaannya di alam yang terancam punah. Kendati demikian, perdagangan ikan arwana tetap diperbolehkan secara hukum meskipun status perlindungannya sudah masuk Appendix I CITES dengan syarat arwana yang diperdagangkan adalah hasil penangkaran. Adapun kisaran harga arwana sekitar ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah tergantung jenisnya. 
Berikut adalah jenis-jenis arwana yang memiliki nilai jual tinggi:

1. Arwana Super Red
ikan ini berasal dari berbagai tempat di Provinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Warna merah penuh tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang dan pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan terlihat berwarna merah. Ikan Arwana merah dikelompokkan menjadi 4 varietas, yaitu Merah Darah(Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas(Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dalam perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah.


Arwana Super Red, ikan ini berasal dari berbagai tempat di Provinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Warna merah penuh tampak pada sirip ikan muda, pada bibir dan juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang dan pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan terlihat berwarna merah. Ikan Arwana merah dikelompokkan menjadi 4 varietas, yaitu Merah Darah(Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), dan Merah Emas(Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red atau Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dalam perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai dan Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dengan grade lebih rendah. 

2. Arwana Golden (Cross Back, Cross Back Golden ,CBG)
Ikan Arwana Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana Golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue atau Malaysia Gold. Disebut sebagai arwana cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui. Ikan Arwana CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain.


Arwana Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG), Ikan Arwana Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue atau Malaysia Gold. Disebut sebagai arwana cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui. Ikan Arwana CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain. 

3. Arwana Golden Red (Red Tail Golden , RTG)
Ikan arwana ini Merupakan verietas dari arwana Golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Mahato, Riau. Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung namun hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya varietas crossback, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda. RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dengan CBG dapat tumbuh lebih besar, dan juga lebih agresif. Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dengan CBG, meskipun demikian tetap merupakan varietas yang dilindungi CITES. CBG sekilas mirip dengan ikan arowana Golden red yang berasal dari negara kita.

Perbedaan yang sangat mencolok dapat dilihat jika ukuran ikan sudah agak besar dengan ukuran 20 cm lebih. Pada CBG warna emas menutupi seluruh tubuh sampai ke bagian punggung ikan ditutupi oleh ring yang berwarna keemasan. Sedangkan pada Golden red (RTG) punggung nya tidak. berwarna keemasan tapi tetap hitam (kelabu). Membedakan CBG dan RTG pada ukuran kecil (10-12 cm) sulit dilakukan dan perlu kehati-hatian. Perbedaan harga juga sangat mencolok. Harga CBG ukuran 12 cm dihargai lebih dari 10 juta, ukuran 20-25 cm berkisar 15-25 juta. Golden red berukuran 12 cm dihargai 2 juta, sedangkan ukuran 20-25 cm dihargai 2.5-3.5 juta.


Arwana Golden Red (Red Tail Golden, RTG),Ikan arwana ini Merupakan verietas dari arwana golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera. Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung namun hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda. RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dengan CBG dapat tumbuh lebih besar, dan juga lebih agresif. Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dengan CBG, meskipun demikian tetap merupakan varietas yang dilindungi CITES. CBG sekilas mirip dengan ikan arowana golden red yang berasal dari negara kita. Perbedaan yang sangat mencolok dapat dilihat jika ukuran ikan sudah agak besar dengan ukuran 20 cm lebih. Pada CBG warna emas menutupi seluruh tubuh sampai ke bagian punggung ikan ditutupi oleh ring yang berwarna keemasan. Sedangkan pada golden red (RTG) punggung nya tidak. berwarna keemasan tapi tetap hitam (kelabu). Membedakan CBG dan RTG pada ukuran kecil (10-12 cm) sulit dilakukan dan perlu kehati-hatian. Perbedaan harga juga sangat mencolok. Harga CBG ukuran 12 cm dihargai lebih dari 10 juta, ukuran 20-25 cm berkisar 15-25 juta. Golden red berukuran 12 cm dihargai 2 juta, sedangkan ukuran 20-25 cm dihargai 2.5-3.5 juta.

4. Arwana Hijau (Green Arwana / Golden Pino)
Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakan dan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.


Arwana Hijau (Green Arwana / Golden Pino),Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakan dan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.

5. Arwana Banjar
ikan ini boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip.


Arwana Banjar, ikan ini boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip. 

6. Arwana Irian (Jardini)
Warna yang dimiliki warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kunign ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian. Maka dari itu jenis ini juga terkadang disebut arowana Irian oleh para hobbies. Jardini arowana sebenarnya ada dua jenis warna, yaitu w arna dasar lebih gelap dan yang lebih terang. Yang memiliki warna dasar lebih gelap adalah Scleropages jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.


Arwana Irian (Jardini), Warna yang dimiliki warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kunign ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian. Maka dari itu jenis ini juga terkadang disebut arowana Irian oleh para hobbies. Jardini arowana sebenarnya ada dua jenis warna, yaitu w arna dasar lebih gelap dan yang lebih terang. Yang memiliki warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti. 

7. Araipama
Merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan kerabat arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg. Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather). Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 - 20 menit sekali, tergantung pada ukurannya. Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 - 20 menit sekali.

Arapaima hanya ditemukan di Amazon dan sistem sungai Essequito. Seperti halnya arwana di kita, mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi olah CITES, IUCN dan dilindungi dengan undang-undang di Guyana. Di habitatnya, Arapaima merupakan sumber pakan bagi komunitas penduduk setempat. Sampai dengan bulan Desember 2001, populasi mereka diperkirakan kurang dari 850 ekor di wilayah Hutan Iwokara pada ekosistem lahan basah Rupununi. Arapaima memilki "lidah" sepanjang kurang lebih 15 cm pada saat dewasa dan betulang, permukaannya kasar dan sering digunakan oleh penduduk setempat sabagai "amplas" atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu. Pada saat air dilingkungan ikan ini menyusut, dan kadar oksigen menurun, arapaima akan menghirup udara langsung dari atomosfer. Dan apabila air dilingkungannya kering, ia akan menggulungkan diri membentuk bola, dan membenamkan diri dalam lubang sampai air kembali datang.


Arwana Araipama Gigas, merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan kerabat arwana ini, pada saat dewasa bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg. Mereka termasuk dalam ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari atmosfer (obligate air breather). Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan setiap 5 - 20 menit sekali, tergantung pada ukurannya. Ikan muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 18 - 20 menit sekali. Arapaima hanya ditemukan di Amazon dan sistem sungai Essequito. Seperti halnya arwana di kita, mereka termasuk dalam daftar satwa langka yang dilindungi olah CITES, IUCN dan dilindungi dengan undang-undang di Guyana. Di habitatnya, Arapaima merupakan sumber pakan bagi komunitas penduduk setempat. Sampai dengan bulan Desember 2001, populasi mereka diperkirakan kurang dari 850 ekor di wilayah Hutan Iwokara pada ekosistem lahan basah Rupununi. Arapaima memilki "lidah" sepanjang kurang lebih 15 cm pada saat dewasa dan betulang, permukaannya kasar dan sering digunakan oleh penduduk setempat sabagai "amplas" atau kikir untuk menghaluskan permukaan kayu. Pada saat air dilingkungan ikan ini menyusut, dan kadar oksigen menurun, arapaima akan menghirup udara langsung dari atomosfer. Dan apabila air dilingkungannya kering, ia akan menggulungkan diri membentuk bola, dan membenamkan diri dalam lubang sampai air kembali datang. 

8. Arwana Silver / Arwana Brazil
Ikan ini memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arwana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arwana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini. Namun jika arwana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang. Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya).


Arwana Silver atau bisa disebut Arwana Brazil, ikan ini memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arwana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm. Jenis ini berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini sudah dapat di kembang biakkan di indonesia. Memang harga dari Arwana jenis ini lebih murah dari jenis Jardini. Namun jika arwana ini sudah berukuran besar sangat indah untuk di pandang. Belakangan tersiar kabar bahwa jenis ini sudah ada dengan warna platinum silver (warna silvernya menyerupai warna platinum & merata di seluruh tubuhnya). 

9. African Arwana
Kepala African Arwana, berbentuk bulat dengan tubuh melonjong berwarna perak. Bentuk fisik dari African Arowana sangat lucu dan menggemaskan. Jika diperhatikan memang bentuk tubuhnya sekilas mirip ikan Arwana lainnya. Tapi tunggu dulu, coba lihat kepalanya. Ya, kepalanya berbentuk bulat hampir sama seperti ikan Gabus.

Tidak hanya di kepala saja, pada bagian ujung ekor juga berbentuk bulat. Bagi orang awam, mungkin mereka malah mengira ini adalah ikan Gabus. Maklum, karena dari segi fisik tidak jauh beda.

Kemudian untuk ukuran, African Arowana mampu tumbuh mencapai panjang 1 m dengan berat hingga 10 kg. Wah berat juga ya, kira-kira butuh berapa orang untuk mengangkat ikan ini?

African Arowana memiliki tubuh yang berwarna abu-abu, coklat, atau bahkan perunggu. Yang paling sering dijumpai di pasar adalah warna abu-abu.



10. Black Arwana
Masih bersaudara dengan Silver Arwana, ikan ini mempunyai warna silver yg menyeluruh kecuali pada bagian ekornya yang memiliki warna hitam. Jika ikan ini sudah mencapai dewasa, lambat laun warna hitam pada ekornya akan memudar.


Arwana black sangat mirip dengan arwana silver, namun arwana black lebih mahal dibandingkan dengan arwana silver. Secara morfologi arwana black sama précis dengan ikan arwana silver. Perbedaannya hanya warna hitam pada bagian sirip-siripnya. Ikan arwana black sangat popular di kalangan penghobi ikan hias, baik di Indonesia maupun di dunia.

Ikan yang mempunyai nama ilmiah Osteoglossum ferreirai ini habitatnya berasal dari sungai Rio Negro di Amerika Serikat. Seperti kebanyakan ikan arwana yang bersifat predator, ikan ini juga gemar katak, kadal, ikan kecil, udang, kelabang, bahkan burung saat masih di habitat aslinya.
Untuk ukuran tubuh arwana black sama dengan ukuran tubuh arwana silver, mampu tumbuh hingga 1 meter. Karena ukuran raksasanya, untuk memelihara ikan ini dibutuhkan aquarium yang besar pula. Ikan arwana black juga mempunyai kebiasaan melompat untuk memakan serangga atau burung yang bertengger di dekat permukaan air. Kebiasan ini juga masih terbawa saat di pelihara di aquarium, sehingga untuk pemeliharaan di aquarium di butuhkan aquarium dengan penutup agar ikan ini tidak melompat dari aquarium.

Harga ikan arwana black relative mahal dan permintaannya pun di pasaran tidak begitu banyak karena persediaan ikan ini di pasaran ikan hias sangat jarang, bahkan sering kosong. Pembeli biasanya harus memesan terlebih dahulu kepada penjual ikan. Di pasar ikan hias, harganya hampir dua kali lipat dibanding harga ikan arwana silver. Ikan yang berukuran 25cm saja dijua dengan harga kisaran 1-1,5 juta rupiah.

Daftar Harga ikan Arwana
Jenis Arwana
Varian
Harga dalam Poundsterling Inggris (GBP)
Harga   (dalam jutaan  Rupiah)
Harga jual di Negara
Arwana Hijau
Green Arowana
120
1,68
Inggris/Great Britain
Arwana Perak
Red Banjar
200
2,8
Inggris/Great Britain
Arwana Emas  Indonesia
Red Tail Golden (RTG)
350
4,9
Inggris/Great Britain
Arwana Emas Indonesia
Highback RTG
650
9,1
Inggris/Great Britain
Arwana Emas Malaysia
Crossback     Golden
1300
18,2
Inggris/Great Britain
Arwana Emas Malaysia
Blue Base Crossback
1350-2800
18,9 – 39,2
Inggris/Great Britain
Arwana Emas Malaysia (Sangat Jarang)
Siamese Double Headed Crossback Golden (Kembar Siam 2 Kepala)
58000
812
Inggris/Great Britain
Arwana Merah
Super Red
1200-5200
16,8 – 72,8
Inggris/Great Britain
Arwana Merah
Chili Red
1100
15,4
Inggris/Great Britain
Arwana Merah
Violet Fusion Super Red
1350
18,9
Inggris/Great Britain
Arwana Merah
Super Red King
4000
56
Inggris/Great Britain
Hybrid: RTG x Super Red
RTG Splendour
850
11,9
Inggris/Great Britain
Hybrid: Crossback x Super Red
Red Splendour Crossback (Tong Yang)
1400
19,6
Inggris/Great Britain
Arwana Perak Brazil
Silver Arowana
USD 30
300 ribu Rupiah
Thailand
Arwana Papua
Jardini Arowana
USD 30
300 ribu Rupiah
Thailand


Referensi
  1. Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
  2. Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
  3. Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah.
  4. Susanto, Heru. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
  5. Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta

Scleropages spp - Morfologi dan Klasifikasi

Scleropages spp - Morfologi dan Klasifikasi

0
 
Ikan arwarna yang memiliki nama latin Scleropages formosus merupakan salah satu jenis ikan air tawar hias yang sangat digemari oleh masyarakat dikarenakan bentuk dan warnanya yang indah. Arwarna merupakan ikan air tawar purba yang tersebar di seluruh dunia mulai dari Afrika, Asia Tenggara, Australia dan Amerika Selatan.
Indonesia mempunyai cukup banyak jenis ikan hias di seluruh perairan alam. Salah satu jenis ikan yang cukup banyak digemari adalah ikan arwana atau siluk (Scleropages spp). Ikan arwana dikenal juga dengan nama lain seperti Siluk, Kayangan Naga, Tangklesa, dan Kelesa. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Asian Bonitongue atau Asian Arawana.

Bentuk dan penampilan Arwana termasuk cantik dan unik. tubuhnya panjang, ramping, (stream line), dengan gerakan renang yang sangat Anggun. Arwana merupakan ikan yang cukup kuat yang dapat hidup sampai setengah abad. Ikan ini juga dipercaya akan mendatangkan keberuntungan atau hoki jika memeliharanya khususnya bagi keturunan Tionghoa (Cina).

Habitat anak ikan di alam selalu berada di tipe habitat air tenang, dan kadang bervegetasi setelah dewasa ikan akan berada di air dalam dan berarus. Warna super red menjadi penghuni perairan gambut dengan pH rendah kisaran 4 sampai 5, Biasanya berupa hutan Rawa gambut.

Ikan ini umumnya secara morfologi bertumbuh dengan permukaan punggung yang datar yang berarti bisa hidup di permukaan air menyenangi perairan yang airnya berarus pelan, seperti danau dan Rawa. dengan banyak ditumbuhi vegetasi air hidup di air tawar minimal temperatur dari sekitar 15o Celcius, hidup soliter, berperilaku memiliki wilayah teritorial. Arwana termasuk ikan yang mencari makan di permukaan air, jenis pakan alami berupa serangga ikan berukuran kecil, crustacea dan beberapa material tanaman (Allen., 2002).

Di habitat asalnya Arwana sangat menyukai pakan hidup. Beberapa jenis pakan favorit Arwana antara lain aneka ikan kecil yang masih hidup seperti ikan guppy, ikan mas kecil, molly, dan plati koral. Selain jenis ikan-ikanan, arwana juga menyukai pakan seperti kalabang, kadal, jangkrik, cacing, udang dan kodok kecil. Arwana tidak terlalu menyukai berganti-ganti jenis pakan, terutama arwana yang dipelihara di rumah. selain itu arwana menyukai pakan alami yang segar atau pakan hidup dibandingkan pakan yang mati.

Ikan arwana bereproduksi dengan sangat terbatas. Waktu biasa mengadakan aktivitas mijah (spawning) tergantung keadaan air suhu permukaan. Suhu untuk memijah pada temperatur permukaan air mendekati 30o Celcius, terjadi di musim kemarau. Biasanya jatuh di bulan September sampai dengan awal November (Allen, 1991). Masa mengeram di habitat aslinya adalah sekitar bulan Oktober sampai dengan Februari (Thakrawidjaja., 2001). Siklus reproduksi yang lama dan eksploitasi yang tidak berkelanjutan menyebabkan populasi ikan menurun sementara kualitas habitatnya telah banyak berubah. Keindahan, keunikan dan terbatasnya ikan arwana tersebut, menjadikannya sebagai komoditas bernilai jual tinggi.


Morfologi
Arwana digolongkan dalam famili ikan "Karuhun" yaitu Osteoglasidse atau family ikan "Boni tongue" (lidah bertulang), karena sebagian dasar mulutnya merupakan tulang yang berfungsi sebagai gigi titik Arwana memiliki berbagai julukan seperti ikan naga (dragon Fish), Barramundi, Sarratoga, Pla Tapad, Kalesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya. 

Ikan arwana memanjang dengan potongan melintang sangat pipih ke samping titik bagian depannya cukup melebar dan meruncing dan pipih arah ke belakang titik panjang sirip punggung dan sirip dubur lebih dari Separuh panjang badannya. ujung kedua sirip meruncing sehingga sepintas sirip punggung dan sirip dubur menyatu dengan sirip ekor. sirip perut terletak jauh di belakang sedikit di depan sirip dubur sedang sirip dada terletak di depan, sedikit ke belakang dari bawah tutup insang. Di ujung mulut ada rahang bawah terdapat sepasang sungut yang panjang sejajar ke depan.


Ikan arwana memiliki bentuk kepala yang besar dan padat. Bentuk tubuhnya pipih dengan punggung datar. Sisik pada badan besar dan keras, sedangkan kepala tidak bersisik. Giginya bertipe canine yang berjumlah 15-17. Sebagaimana ikan yang berasal dari Osteichtyes, arwana juga dilengkapi dengan tutup operculum. Letak sirip punggung hampir sejajar dengan pangkal ekor. Sirip dada panjang dan meruncing, bersisik besar mempunyai 2 sungut lunak pada ujung.



Taksonomi
Kingdom : Animalia; Filum : Chordata; Kelas : Pisces; Ordo : Malacoptergyii; Genus : Scleropages; Spesies : Scleropages formosus

Jenis
Terdapat 10 jenis Arwarna telah berhasil dideskripsikan oleh para ahli Taksonomi 1 spesies tersebar luas di Afrika tropis, 4 spesies dari Asia Tenggara, 2 spesies dari Australia Utara dan 3 spesies dari Amerika Selatan. Adapun ke-sepuluh spesies Arwana tersebut adalah:

Subfamilia Heterotidinae (Arwarna tanpa sungut)
  1. Arwarna Afrika/African Arowana (Heterotis niloticus) (Cuvier, 1829)
  2. Arwarna Pirarucu/Arapania (Arapania gigas) (Cuvier, 1829)
Subfamilia OSteoglossinae (Arwarna bersungut)
  1. Arwarna Perak/Silver Arowana (Osteoglossum bicirrhosum) (Cuvier, 1829)
  2. Arwarna Hitam/Black Arowana (Osteoglossum ferreirai) (Kanazawa, 1966)
  3. Arwarna Hijau/Green Arowana (Scleropages formosus) (Schlegel & Müller, 1844)
  4. Arwana Emas/Red Tail Golden/Indonesian Golden Arowana (Scleropages aureus) (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)
  5. Arwana Perak Indonesia/Indonesian Silver Arowana (Scleropages macrocephalus) (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)
  6. Arwana Merah/Super Red Arowana (Scleropages legendrei) (Pouyad, Sudarto & Teugels, 2003)
  7. Arwana Papua/Red Saratoga/Northern Spotted Baramundi (Scleropages jardinii)(Saville-Kent, 1892)
  8. Arwana Australia/Silver Saratoga/Southern Spotted Barramundi (Scleropages leichardti)(Günther, 1864)
Biologi dan Reproduksi Arwana
Pada beberapa literatur dikatakan bahwa Arwana (Scleropages spp.) selama ini data biologi reproduksinya sangat terbatas (Larson dan Martin, 1990; Allen, 1991; Tjakrawidjaja, 1999; Tjakrawidjaja dan Haryono, 2001). Namun demikian ada beberapa informasi penting berupa aspek biologi reproduksi yang telah diketahui melalui penelitian pendahuluan, diantaranya nisbah kelamin atau sex-ratio jantan-betina arwana 1:1 (Tjakrawidjaja dkk, 2001).

Proses pemijahan diawali dengan perilaku berpasangan jantan-betina, pasangan tersebut sering bercumbu dengan membentuk gerakan berputar membentuk lingkaran, kawin untuk pembuahan eksternal dilakukan dengan perilaku jantan mengejar betina. Keduanya menukik ke bawah, betina mengeluarkan telur dan jantan membuahinya dengan menyemburkan sperma kepada telur tersebut dan kemudian jantan memungut telur yang telah dibuahi ke dalam mulutnya. Pada tahap ini mulailah proses pengeraman telur dan larvanya disimpan dalam mulut induk jantan. Perkawinan terjadi di bulan kemarau (sekitar Agustus – Oktober) sehingga pada awal musim hujan anak ikan telah mencapai umur 2 bulan dan telah lepas telur (tidak beryolk suck). Anakan yang telah lepas telur dikeluarkan dari mulut induk dan diasuh pada habitat yang bervegetasi air.

Ikan Arwana merupakan ikan tawar bersifat Parental care dimana induk memelihara anaknya di dalam mulut (mouth breeding) sampai anak-anak mencapai ukuran panjang kira-kira 6 cm. Jenis kelamin induk yang mengerami telur tersebut belum diketahui dengan pasti. Arwana Kalimatan (S. formosus) kemungkinan pengeramnya adalah jantan tetapi dimungkinkan pula betina (Anonim, 1987) dan begitu pula untuk Arwana Irian juga belum diketahui. Aktivitas pemijahan (spawning) tergantung pada keadaan suhu air permukaan dan biasanya jatuh pada bulan September sampai awal November (Allen, 1991). Masa mengeram di habitat aslinya sekitar bulan Oktober s/d Februari (Tjakrawidjaja dan Haryono, 2001).

Makanan anakan ikan dimulai dengan udang-udangan berukuran kecil. Sebelum yolk suck diserap, anakan Arwana telah berukuran antara 2-3 cm. Anakan Arwana tidak lagi tergantung induk betinanya setelah berukuran 3,5-4,0 cm, anakan ikan dapat tumbuh sampai sekitar 10 cm (panjang standarnya) setelah menginjak umur 3 bulan (Allen, 1991). Ikan dewasa biasa memakan pakan berukuran lebih besar, seperti katak, serangga, ikan, dan udang.

Ikan ini cenderung berada di dasar air pada siang hari tetapi muncul ke permukaan air untuk makan pada sore atau malam hari (nocturnal).

Regulasi Perlindungan 
Seiring dengan tingginya permintaan komoditi arwana, populasi pun terancam. Menurunnya populasi arwana, menjadikannya termasuk spesies yang dilindungi. Adapun regulasi yang terkait dengan perlindungan arwana, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Keputusan Menteri tersebut menetapkan jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi termasuk di dalamnya ikan arwana (Scleropages formosus / Siluk Kalimantan dan Scleropages jardinii / Siluk Irian). Kegiatan pengawetan dan pemanfaatan satwa dilindungi dilakukan pengawasan dan pembinaan oleh Menteri.

Sedangkan ditingkat internasional, populasi ikan arwana (Scleropages formosus) masuk ke dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna dan Flora) Appendix I di tahun 1995 sampai sekarang. Negara yang menjadi anggota CITES mempunyai kewajiban untuk menerapkan ketentuan-ketentuan CITES dibidang pengendalian peredaran jenis baik keluar maupun masuk negara yang bersangkutan. Sejak tahun 1978 Indonesia sudah meratifikasi ketentuan CITES, ini berarti semua specimen satwa liar dan tumbuhan langka yang keluar dan masuk wilayah RI harus diliput oleh dokumen yang diterbitkan oleh otorita pengelola yang ditunjuk. Saat ini otoritas pengelola (Management Authority) CITES berada di Ditjen PHKA, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sejak 24 Juli 2020 pengelolaan ikan arwana ini sudah dialihkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai otoritas pengelola (Management Authority).

Populasi ikan arwana sangat terbatas sehingga dimasukkan ke dalam Appendix CITES 1 yang termasuk kategori ikan yang dilindungi. Ada 2 jenis arwana yang berhabitat asli Indonesia yang sekaligus mewakili dua benua atau secara Zoogeografi mewakili dua paparan, yaitu jenis arwana yang mewakili Asia (Paparan Sunda) adalah Arwana Kalimantan (Scleropages formus). Daerah sebarannya di Indonesia adalah Kalimantan dan Sumatera di Asia ada di Malaysia. Sedangkan satu lagi mewakili Australia (Paparan Australian), yaitu jenis ikan siluk Irian (Scleropages jardinii). Daerah sebarannya di Indonesia hanya ada di Kabupaten Merauke, Pulau Papua, dan di Australia ada di Australia bagian utara.

Distribusi ikan arwana super red khususnya hanya terdapat di perairan air tawar berupa gambut di wilayah kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. khusus ikan arwana super red karena sebaran habitat aslinya di tempat lain tidak pernah ada, maka bisa dikategorikan jenis stren endemik.

Data Perdagangan 
Selain data tentang pelaku usaha ikan arwana, didapatkan juga data perdagangan ikan arwana tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 dari SKIPM/BKIPM di wilayah Sulawesi. berdasarkan informasi yang diperoleh dari BKIPM Manado diketahui bahwa data perdagangan ikan arwana di wilayah Sulawesi Utara tahun 2018 sebanyak 3 ekor. Jumlah perdagangan arwana di Tahun 2019 meningkat menjadi 11 ekor, sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 1 ekor.

Berdasarkan data perdagangan ikan arwana dari BKIPM Kendari dan SKIPM Baubau, diketahui bahwa di wilayah Sulawesi Tenggara terdapat pemanfaatan komoditi arwana. Pada tahun 2016 terjadi lalulintas perdagangan arwana sebanyak 115 ekor, tahun 2017 sebanyak 38 ekor, tahun 2018 sebanyak 152 ekor, tahun 2019 sebanyak 469 ekor dan di tahun 2020 sebanyak 173 ekor.

Di wilayah Sulawesi Selatan didapatkan data perdagangan ikan arwana dari BKIPM Makassar hanya tahun 2019. Dari data tersebut, diketahui bahwa terjadi perdagangan ikan arwana sebanyak 25 ekor. Berdasarkan data dari BKIPM Palu dan SKIPM Luwuk-Banggai dari tahun 2016 sampai 2020, tidak ditemukan adanya pengusaha yang melakukan pemanfaatan komiditi arwana. Sedangkan data perdagangan ikan arwana untuk wilayah Provinisi Gorontalo hingga saat ini masih belum ada data. 

Perlindungan
Dalam dunia internasional Scleropages formosus dikategorikan sebagai jenis satwa terancam punah oleh International Union for the Concervation of Nature and Natural Resources (IUCN). Seluruh jenis perdagangan yang bersumber langsung dari alam atau habitat aslinya dilarang berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) dan tergolong dalam Appendix I. Arwana juga dilindungi menurut Permen LHK No.106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Liingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi : Status Dilindungi.


Referensi
  1. Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2010. Pedoman Pemanfaatan Arwana (Scleropages spp) Hasil Pengembangbiakan. Jakarta : Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan
  2. Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2010. Pedoman Rehabilitasi Arwana Super Red (Scleropages formosus). Jakarta: Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan